Jumat, 13 Mei 2016

Mencumbu Sepi



Dalam lindunganmu sepi aku mencumbu bumi
Meronta langit dalam ramainya
Bilakah esok ditanya
Padaku
Aku berlari, mengejar sepimu.
Kan kucumbu satu demi satu
Bunga, kelopak, dan mahkota
Ku buat langit murka
Padamu.
Hari ini, esok, dan selamanya
Sepimu itu rindu
Ku buat langit merindu
Pada kita.

Jum'at, 13 Mei 2016
Izzul MU


Read More

Rabu, 11 Mei 2016

Tanpa Bayang

Masih saja kau datang tanpa bayang
Menyentuh sembari mencium kering bibirku
Kau..
Membelai setiap sudut senyap sepi
Membawa rangkaian kedamaian relung hati
Kau..
Tetaplah disini bekukan detik yang terus berlari
Jangan pergi mencari pagi tuk sudahi
malam pertamamu bersamaku
Karena hanya kau dingin yang menghangatkan
Meraba setiap nafas yang ku bebaskan

Malang, 10 Mei 2016
Isna Maya Safira
Read More

Jeritan Bunga Mawar



Sepasang alisku mengerut ratusan kali
Sepasang mata sipitku memancarkan ribuan gejolak amarah
Bibir kecilku menyeringai penuh kebecian
Kedua tanganku mengepalkan ratusan kedengkian

Kala hatiku dihunus pedang samurai tajam
Oleh satu-satunya raja hatiku
Meski ia kupuja selama 730 hari
Ia malah membolak-balikkan ketulusanku

Ia menelantarkanku di tepi jurang
Bagaikan bunga mawar kering nan layu tiada guna
Ia bak kumbang menghinggapi setiap bunga mawar di ladang
Ia acuhkan hatiku yang retak karenanya

Sekalian saja lempar bunga mawar ini ke lautan
Biar aku membusuk di dasar laut
Bakar saka mawar itu
Biar aku hangus terbakar menyisakan abu

Wahai kau si kumbang! Janganlah kau menoleh ke belakang
Sebab aku akan menghujanimu dengan jutaan duri tajam
Jangan pula kau meletupkan kata sesal
Sebab aku telah melenyapkanmu dari kehidupanku
Malang, 11 Mei 2016
Oleh Ririn Wulandari
Read More

Sabtu, 07 Mei 2016

Season (Musim) Kesendirian


Setelah ini
Semuanya kembali normal
Seperti sedia kala
Saat aku tak pernah mengenalmu
Semua yang terjadi
Sampai pada batas akhirnya
Seperti yang kau tahu
Sekarang aku apa adanya aku
Sungguh pun demikian
Selalu saja aku mengingatmu
Seakan akan
Serpihan kenangan indah itu
Sempurnakan masa masa kita
Selamanya akan ku patri
Season kisahku
Season ke satu
Season ke dua
Season terakhir
Semuanya sama saja
Sama indahnya waktu dinanya
Selalu terkenang
Sarat akan makna
Sandaran yang kini tiada
Sampaikan salam padanya
Sangsikan bahwa Tuhan
sebagai saksi kisah ini
Saat aku tak seperti ini:
Sendiri















Izzul Millati U

Blogger abal abal yang nongkrong di situs Review Music Video ini adalah seorang pemimpi yang suka galau. Masih semester 4 di jurusan Bahasa dan Sastra Inggris UIN Malang. Selain nulis, ngupil dan meditasi adalah hobi absurd yang sering di lakoninya.
Read More

Jumat, 06 Mei 2016

Haluan Sang Pengembara


Ketika fajar tersenyum pada sang pengembara
Yang mulai melangkah melanjutkan misinya
Tak akan terhalang walau badai menerpa
Senyum merekah dalam rona bahagia
Menyambut sang mentari di persinggahanya
Dengan Semangat membara
Ia tunjukan pada dunia
Hentakan yang selalu menyala
Tuk menatap asa dalam ikhtiar sang pujangga
Tuk lebih baik dari yang diduga
Dalam halauan yang tak terhingga






Heni Rahmayanti

Penulis adalah mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Saat puisi ini ditulis, penulis masih menjejaki bangku semester 4 di jurusan Bahasa dan Sastra Inggris. Selain menulis, desain adalah hobi yang digeluti sejak SMA.
Read More

Jumat, 18 Maret 2016

Sesal

Sesal


Berjalan di atas air jernih nan mengalir, 
padahal bumi menanti di tapaki.
Embusan angin berbisik lirih
ikutlah denganku.
Terik mentari membakar
segenap  jiwa.
Burung-burung bernyanyi
menyambut kehadiran  sang jelita.
Langit pun menorehkan senyumannya.
Awan putih mengantar tujuan
dan
istana di atas awan pun menjelang.
Pintu gerbang terbuka lebar
kaki melangkah perlahan di atas lembutnya awan.
Lengahku, lalaiku
terjatuh dalam lorong waktu
terperangkap dalam ruang hampa.
Tak berdaya, tak ada guna
terdiam dalam makna.



Fitria Agustina
                                                                                                                                Malang, 7 oktober 2015
Read More